Rabu, 06 Mei 2015

Seekor semut mengajariku | Edisi 2 Tahun I



Ketika berada dihalaman rumah, aku berharap ada sebuah pelajaran yang dapat kuambil untuk dijadikan pembelajaran dalam hidupku. Aku pandangi tiap sudut taman untuk mencari pembelajaran itu. Tiba-tiba mataku terarah pada sebuah fenomena yang sebenarnya tidak asing bagi kita. Yaitu sekelompok semut yang membawa suatu makanan. Dan aku mendekati mereka. Kutatap fenomena itu dari dekat.

Aku berharap sekali kepada Alloh agar memberiku pelajaran pada saat itu. Karena tanpa dari-Nya pembelajaran yang bermanfaat tidak akan datang. Lalu akhirnya Aku terfokus pada makanan yang dibawanya, Ku coba untuk mengganggu mereka, -seperti kejadian lain dimana Aku meniup mereka sehingga mereka berpencar-, tapi seketika itu mereka kembali bersatu membawa makanannya. Lalu Aku mencoba lagi untuk menaruh benda yang besar yang dapat menghalangi jalannya si semut, Aku ingin lihat apakah mereka meninggalkan makanan yang dibawanya. Ternyata tidak sedikitpun mereka melepaskan makanannya bahkan mereka berhasil menaklukan rintangan itu. Lalu mereka melanjutkan perjalannya untuk sampai ketujuannya. Mereka melalui tumpukan genteng yang ada dihalamanku, setelah mereka berada di atas tumpukan itu ternyata makanan mereka terjatuh kebawah. Lalu apa yang mereka lakukan? Ya mereka mengambil kembali makanannya dan memasuki celah-celah genteng itu sampai Aku tidak lagi melihatnya.

Ternyata harapanku dikabul oleh Alloh. Kita dapat mengambil faidah hanya dengan waktu yang singkat, seperti cerita demikian, diantaranya :

Pelajaran pertama : Tidak takut dengan musibah.

semut itu mengajariku bahwa jangan terfokus pada masalah yang datang. Sebagaimana yang terjadi pada semut-semut itu ketika mereka berpencar karena tipuanku, mereka tetap membawa makanannya seolah tidak memperdulikan akan terjadi tiupan berikutnya.

Pelajaran kedua : kompak dan mengutamankan urusan yang lebih besar.

Lalu pelajaran kedua yang diberikan sang guru adalah ketika mereka kembali bersatu setelah diterpa tiupan angin. Jika ini dibayangkan terjadi pada sekumpulan manusia mungkin akan ada banyak perbedaan pendapat, yang satu berpendapat tinggalkan saja makanannya, yang lainnya; jangan! kita tunggu sekian lama dulu baru kita ambil lagi, dan yang lainnya; jangan! Langsung saja kita bawa kembali. Dan perbedaan pendapat itu semakin melarut sampai lupa akan urusan yang lebih penting.

Pelajaran ketiga : percaya diri dan tidak meniggalkan masalah

semut itu telah memberikan testimoni tentang penyelesaian terhadap masalah. Bahwa ukuran tubuh bukanlah jaminan agar masalah dapat terselesaikan. Lihatlah si semut ketika sedang membawa makanan yang berkali-kali lipat dari besar tubuhnya kemudian dibentangkan masalah baru didepannya yaitu sesuatu yang menghalangi jalannya untuk sampai pada tujuannya. Yang mereka lakukan sungguh menakjubkan, mereka tidak meniggalkan masalah mereka bahkan sekalipun didatangkan masalah yang baru. Mereka menghadapinya dan akhirnya pun mereka berhasil melewatinya.

Pelajaran Keempat : tidak menganggap remeh segala sesuatu

ya, tidak menganggap remeh segala sesuatu termasuk rizqi. Apakah ketika makanan itu terjatuh lalu mereka berpikir bahwa gampang semua itu untuk untuk didapat lagi, dengan jumlah mereka yang tidak sedikit lalu menganggap makanan seperti itu mudah sekali untuk didapatkan. Tidak! Mereka hanya percaya dengan yang ada dan tidak berangan-angan untuk mendapatkan yang lebih. Inilah yang dibutuhkan manusia dizaman seperti sekarang, dimana orang tidak puas dengan apa yang mereka punya karena melihat punya orang lain yang lebih.

Inilah jawaban atau lebih tepatnya bukti yang mengatakan bahwa tidak ada yang diciptakan Rabb dengan sia-sia dan juga termasuk kisah si Semut. Ada sebuah kata bijak yang setidaknya berhubungan dengan kisah tadi;
keju itu tidak akan tercium bau wanginya kecuali setelah dipanasi
demikian halnya cita-cita dan angan-angan kita, tidak akan tercapai sebelum banyak merasakan pahit getirnya pengalaman.
Demikian semut itu mengajariku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

a

 photo aawawaw_zps0l5gj5mx.png" />